10 Cara Spa Terunik Di dunia

Unik .... !

Spa merupakan suatu teknik perawatan tubuh dan kecantikan, namun kali ini ternyata banyak sekali teknik khusus yang unik dan terbilang aneh dari berbagai belahan dunia ini.

Kali ini, Didi hadirkan kembali artikel menarik yang Didi diambil dari Mancung64 Weblog, nice post !

10 cara perawatan spa yang unik dan terbilang "aneh" itu diantaranya :

1. Masker dari kotoran burung

Di Ten Thousand Waves Spa, Santa Fe, AS, tersedia paket perawatan masker wajah yang menggunakan bahan dari kotoran burung bul-bul. Kadar nitrogen yang tinggi dalam kotoran burung itu dipercaya bisa menghilangkan bakteri di kulit dan mengangkat sel kulit mati dengan lembut bila dibandingkan dengan peeling. Konon masker ini sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu oleh para geisha di Jepang. Kenakan selama 55 menit, bila digunakan secara teratur, masker ini akan membuat kulit lebih cerah dan lembut.

2. Pedikur ikan

Kuku yang bersih dan terawat pasti jadi bagian dari perawatan kecantikan para wanita. Kini ada pedikur yang unik, yakni sel-sel kulit mati di kaki dibersihkan oleh bantuan ikan-ikan kecil yang disebut dengan doctor fish. Dalam perawatan ini, kaki kita akan dicelupkan ke dalam baskom yang berisi doctor fish. Ikan-ikan yang tak bergigi itu sebenarnya sudah lama dipakai untuk mengobati penyakit kulit, seperti psoriasis dan eksema, jadi tidak berbahaya.

3. Viagra untuk rambut

Ada sebuah salon di London, Hari’s Salon, yang mengombinasikan sperma sapi jantan dan katera, akar tanaman dari Iran yang kaya protein, yang digunakan untuk merawat rambut rusak. Perawatan yang bernama Aberdeen Organic Bull Sperma ini diklaim efektif untuk menyuburkan rambut, melindungi, dan merawat rambut rusak.

4. Berendam dalam bir

Setelah hari yang sibuk, kembalikan kesegaran tubuh dengan berendam dalam bir hitam. Itulah terapi relaksasi yang ditawarkan oleh sebuah hotel di Republik Czech. Konon vitamin dalam bir bisa mengembalikan kemudaan kulit dan mengendurkan otot-otot yang tegang. Selain itu, terapi bir ini diklaim bisa mencerahkan kulit dan bagus untuk rambut. Dengan berendam selama 20 menit ditambah 20 menit rileksasi, Anda perlu merogoh kocek sekitar 500.000 rupiah.

5. Mandi mi ramen

Pernahkah Anda membayangkan berada di lautan mi? Kini impian itu bisa diwujudkan di spa Hakone Kowakien Yunessun, Jepang. Spa ini memiliki perawatan berendam dalam mi ramen, kolagen, dan ekstrak bawang putih. Konon, terapi ini bisa meningkatkan metabolisme kulit. Hm.., seperti apa ya aroma tubuh kita setelah keluar dari “mangkuk” mi itu? hehehhe ....

6. Perawatan minyak zaitun

Khasiat minyak zaitun dalam dunia kecantikan memang sudah terkenal sejak dulu. Di Murad Spa, California, AS, Anda bisa merasakan kehangatan eucalyptus dan tea tree yang direndam dalam minyak zaitun. Larutan tersebut kemudian dicipratkan ke seluruh tubuh hingga merata. Dengan cara ini kulit yang kering dan rambut pun akan menyerap minyak zaitun dengan maksimal.

7. Pijat bola golf

Anda yang suka mencoba berbagai teknik pijat kini bisa mendapatkan terapi pijat menggunakan bola golf. Pijatan yang terdapat di The Spa Four Season Resort ini mengombinasikan peregangan dan teknik therapeutic (terapi energi untuk penyembuhan dan mengurangi sakit) sebelum masuk ke terapi inti, yaitu memijat dengan bola golf hangat. Bagian tubuh yang dipijat adalah otot besar di bagian tulang belakang dan belakang leher. Hasilnya, bagian-bagian tubuh tersebut jadi lebih rileks dan lentur.

8. Facial emas

Selain untuk dijadikan aksesori dan perhiasan, emas pun punya nilai lebih dalam kecantikan, yakni sebagai antiperadangan. Facial dengan bubuk emas 24 karat ini dipercaya bisa meningkatkan kekencangan kulit, melawan radikal bebas, mencerahkan kulit, dan memberi efek keemasan pada kulit.

9. Jebakan rumput

Sejak tahun 1903, Hotel Heubad di wilayah utara Italia punya perawatan tubuh yang disebut Hay Bath. Tamu spa yang ingin mencoba akan diminta berbaring di lantai beralas kain, kemudian seluruh tubuhnya ditimbun oleh jerami atau rumput yang sudah dihangatkan, hingga ke leher. Setelah itu, kain tadi akan membungkus tubuh dan dibaringkan di atas kasur air yang dipanaskan sekitar 107 derajat. Bila mandi rumput ini dilakukan lima kali dalam seminggu, nyeri otot dan sendi disebut-sebut akan hilang. Namun, terapi ini tidak disarankan untuk mereka yang punya riwayat alergi.

10. Scrub dengan kaktus

Kalau kebanyakan orang takut tertusuk duri kaktus, terapis spa di Apuane Spa dari Four Seasons Resort Punta Mita, Meksiko, justru memakai kaktus sebagai inti perawatan mereka. Pijat kaktus Hakali ini ternyata tidak seseram namanya. Terapi dimulai dengan pijatan lembut menggunakan lotion yang terbuat dari daun sage tequila. Kemudian daun kaktus yang lebar ditempelkan ke kulit, tentu saja setelah dihilangkan duri-durinya. Tanaman ini telah dikenal bisa menghilangkan racun dan melembabkan kulit.

Sumber : http://mancung64.wordpress.com/ , Kompas.com .
Baca lebih lengkap >>>

Ojek Toilet ? Belom pernah liat .... ?

Secara tidak sengaja, Didi pernah mendapati suatu gambar unik yang benar-benar pernah terjadi di suatu negara Eropa. Tepatnya Didi lupa deh, namun setelah dicermati ternyata gambar tersebut sangat menarik untuk dikomentari.

Sapa nyana ? Kebutuhan manusia untuk kesehatan, khususnya kebutuhan buang air kecil bisa lho dimanfaatkan untuk menambah penghasilan.

Hehehehe .... perhatikan aja gambar dibawah ini. Kayaknya bisa diterapkan pada masa-masa sulit mencari pekerjaan seperti sekarang ini.


Huehehhahahahahaha .......

Buruan deh, sebelum kesempatan kerja seperti ini makin dilakukan oleh banyak orang.


Baca lebih lengkap >>>

Smart Defrag 1.03 From I0bit.com

Bagi pengguna komputer, seringkali proses layanan DEFRAGMENT yang tersedia pada windows terlupakan. Padahal guna meningkatkan kinerja sistem, hal tersebut sangat membantu optimalnya sistem pada suatu PC komputer.

Proses DEFRAG yang lama juga sering menyebabkan user enggan untuk mendefrag ulang file pada system. Namun sebenarnya banyak sekali program yang bisa membantu kita dalam melakukan hal tersebut.

Kali ini Didi hadirkan suatu program yang simple untuk DEFRAGMENT FILE, yaitu SMART DEFRAG yang hanya berukuran 2,59 Mb.

Program ini, benar-benar smart dan telah didukung dengan format bahasa Indonesia. Sehingga memudahkan penggunaannya bagi pengguna awam sekalipun. Keunggulan lain program ini, waktu yang dibutuhkan untuk mendefrag file juga tidak terlalu lama, lebih efisien dan simple.

Ada baiknya silahkan anda coba dulu dengan mendownload langsung pada link dibawah ini :

SMART DEFRAG 1.03

Requirements: Windows 2000/XP/2003 Server/Vista/2008 Server



Baca lebih lengkap >>>

Sejarah Singkat Pulau Bangka

Awal Mula Pulau Bangka

Pulau Bangka adalah pulau besar yang dikeliling oleh banyak pulau-pulau kecil, menyimpan banyak cerita sejarah dan peradaban yang besar sejak zaman dahulu. Letaknya yang strategis dengan kekayaan alam yang melimpah sejak pertama kali mampu direkam oleh catatan sejarah membuktikan bahwa Pulau Bangka adalah pulau yang bernilai historisitas tinggi.

Sebagai bagian dari sejarah besar, runtutan peristiwa yang pernah terjadi yang berkaitan dengan daerah ini juga menjadi perdebatan. Tidak saja perdebatan berkaitan dengan sejarah mula secara geografis, tetapi juga interaksi masyarakat didalamnya yang masih terus diperdebatkan oleh para peneliti dan tetua masyarakat didalamnya. Perdebatan tentang asal-usul kata Bangka sendiri adalah perdebatan yang belum final hingga sekarang.

Banyak versi yang mencoba memberikan interpretasi atas kata bangka, namun bukti fisik tentang asal-usul kata ini sendiri belum ditemukan kecuali usaha banyak ahli untuk menghubungkan analisis mereka dengan berbagai peristiwa. Versi sejarah yang tampaknya paling kuat adalah versi sejarah Kota Kapur. Ditemukannya bukti sejarah otentik berupa prasasti Kota Kapur yang berangka tahun 686 masehi memulai perdebatan tersebut secara ilimiah. Prasasti yang ditemuka di Sungai Menduk (Kabupaten Bangka Barat Sekarang) tersebut berisikan 240 kata bahasa Sanskerta. Prasasti tersebut berisi tentang peringatan kepada masyarakat di wilayah Kerajaan Sriwijaya tentang larangan untuk melakukan pemberontakan. Peringatan tersebut jelas dibuat oleh penguasa kerajaan Sriwijaya pada masa itu sehingga dipekirakan bahwa Pulau Bangka pada masa Kerajaan Sriwijaya telah menjadi pusat aktivitas yang ramai. Dalam prasasti Kota Kapur, sama sekali tidak disebutkan kata Bangka. Namun para ahli sejarah banyak menghubungkan Bahasa Sanskerta yang digunakan pada prasasti Kota Kapur dengan kata vanca yang kemudian mengalami perubahan kata menjadi Bangka tampaknya bisa diterima dengan nalar.

Versi lain menyebutkan bahwa kata Bangka berasal dari kata Bangkai yang menunjukan bahwa kata bangka adala tempat pmbuangan bangkai pada masa penjajahan. Meski demikian, asal-usul kata ini tidak memiliki bukti ilmiah sehingga anlisis versi Kota Kapur di atas lebih bisa diterima oleh masyarakat kebanyakan. Sebuah majalah pada tahun 1846 yang bernama Tijdschrift voor Nederlandsch Indie memuat tulisan bahwa daerah yang disebut Banca adala pulau yang dulunya bernama Chinapata atau China-Batto (Chinapata diduga adala daerah yang dulu pernah dilaporkan oleh seorang pelaut bernama Jans Huyghens van Linschoteen pada tahun 1595 di Amsterdam). Dulu daerah yang disebut Banca mencakup Palembang dan meluas ke arah barat yang kemudian disebut Bangka-Hulu dan kemudian mengalami perubaha dialek menjadi Bengkulu sekarang ini. Ke arah Sumatera Timur, terdapat daerah yang bernama Bangka yang keyakinan banyak orangbtentang kemungkinan ini tidak nampak terlau besar sehingga belakangan banyak orang yang bahkan tidak pernah mendengar cerita ini.

Pulau Bangka dan Sejarah

Belanda pertama kali mendarat di Nusantara tepatnya di Banten Pulau Jawa pada tahun 1596 dibawah pimpinan Cornelis de Houtman. Cukup lama setelah itu belanda baru melirik Pulau Bangka sebaga salah satu daerah potensial penghasil timah. Ketika Belanda ingin masuk ke Pulau Bangka daerah ini masuk pada kekuasaan Kesultanan Palembang. Hubungan pertama antara VOC dan daerah Bangka Belitung terjadi pertama kalinya pada tahun 1668. Pulau Bangka pada masa itu berada dibawah kekuasaan Sultan Abdurrachman.

Sebuah catatan kontrak antara Belanda dan Sultan Palembang pada tanggal 10 juli 1668 sebagaimana disebutkan dalam buku Kepulauan Bangka Belitung dengan editor Achmad Sahabudin, dan kawan-kawan (2003) menyebutkan bahwa Kesultanan Palembang mengakui Belanda dengan usaha monopoli timahnya dan Belanda akan mlindungi Kesultanan Palembang. Berikutnya pada tahun 1722, Kesultanan Palembang yang berada dibawah pemerintahan Sultan Mahmud Kamarudin mengadakan perjanjian yang berisi ketentuan bahwa VOC memegang hak monopoli perdagangan atas timah. Tahun-tahun setelahnya menunjukan hubungan dagang Belanda dan Kesultanan Palembang berlangsung sangat buruk, sebagai mana Ratu Mahmud Kamarudin gagal memerintah internalnya.

Awal Penambangan Timah

Penemuan timah petama kali di pulau Bangka memiliki beberapa versi. Setidaknya catatanya yang ditulis oleh Heidhues menyebutkan tiga versi penemuan, yakni pada tahun 1707, 1709, dan tahun 1711. timah pada masa awal penemuan tersebut merupakan komoditas yang sangat mudah dilihat karena timah terdapat dimana-mana. Horsfield dalam Heidhues mengatakan bahwa timah dengan mudah terlihat ketika penduduk setempat melakukan pembakaran ladang-ladang ubtuk ditanami oleh penduduk setempat. Logam timah tampak meleleh ketika penduduk melakukan pembakaran.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya timah pada masa awal abad ke-17 merupakan sebuah komoditas yang midah didapatkan. Hal ini menandakan betapa banyak kandungan timah yang ada di Pulau ini. Apalagi masa penambangan timah yang berlangsung selama 4 abad lebih dan hingga kini masa banyak penambangan timah yang dilakukan di berbagai tempat oleh penduduk dan beberapa perusahaan besar. Orang yang dianggap memperkenalkan penambangan timah di Pulau Bangka adalah orang-orang johor yang memiliki garis keturunan Cina yang beragama Islam dan juga merupakan kerabat Kesultanan Palembang. Abdulhayat dalam keluarga tersebut dan laki-lakinya yang bernama Wan Akub merupaka nama-nama yang banyak disebut dan dianggap merupaka orang-orang yang mempelopori penemuan timah di Mentok dan Pulau Bangka pada umumnya. Heidhues menyebutkan bahwa pada masuknya Orang-Orang johor tersebut, juga datang seorang Cina bernama Oen Asing (Boen Asiong) yang melakukan penambangan timah di kampung Belo Mentok. Orang ini pula yang melakukan berbagai macam gerakan pembaruan dalam penambangan timah. Didatangkan pada masa itu pekerja dari Cina, memperkenalkan penambangan timah dengan menggunakan mesin, teknik perapian untuk membakar timah yang lebih efisien, dan melakukan standarisasi bentuk dan berat timah.

Pada masa ini pula penambangan timah di Bangka mengenal istilah kuli dan kongsi. Kuli dalam ejaan lama koeli berasal dari bahasa Tamil yang artinya orang yang disewa. Sedangkan kongsi berasal dari bahasa Hakka, yaitu kwung-sze yang artinya penanganan atas dasar usaha usaha dan kepentingan bersama dengan tujuan mendapatkan keuntungan ekonomi bersama. Mulai dipekenalkan pula istilah tauke atau towkay yang artinya bos dan sinkeh yang artinya kuli Cina yang terikat pada tahun pertama dan bebas pada tahun kedua dan seterusnya.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sejarah penambangan timah pada abad ke-17 dan setelahnya adalah sejarah penambangan timah yang dilakukan oleh orang-orang Cina. Impor pekerja Cina dalam jumlah besar-besaran menyebabkan penduduk Bangka hingga sekarang juga banyak diwarnai kehidupan orang-orang Cina yang mula-mula datang untuk bekerja sebagai penambang pada akhirnya ikut memberikan andil dalam proses perkembangan kultural masyarakat lokal.

Tidak mengherankan jika saat ini penduduk Cina di Pulau Bangka mencapai 30 persen dari total jumlah penduduk propinsi ini. Sebagai salah satu bukti bahwa masyarakat etnis Cina sudah ada sejak dulu, masyarakat etnis Cina dapat dijumpai di berbagai pelosok di daerah Pulau ini. Sebutlah misalnya Mentok, Pangkalpinang, Toboali, Sungailiat, Belinyu, Koba, Sungiselan Jebus dan kampung-kampung kawasa penambang timah berpenduduk ramai.

Penduduk Asli Pulau Bangka

Definisi tenteng penduduk asli Pulau Bangka hingga kini masih menjadi perdebatan. Ada yang mengatakan bahwa penduduk asli Pulau ini adalah Suku Melayu, padahal pembahasan sebelumnya nyebutkan bahwa Suku Melayu adalah eksodus secara perlahan-lahan penduduk yang datang dari kerajaan johor dan Kerajaan Lingga-Riau.

Sejarah dipulau ini juga diwarnai dengan kedatangan orang-orang bugis yang menjadi lanun dan menguasai dan menguasai pulau-pulau kecil dan daerah pesisir Bangka. Cina juga adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan perjalanan perkembangan demografis pulau ini. Sebuah buku yang ditebitkan pada tahun 1954 (anonim) berjudul Republik Indonesia Propinsi Sumatera Selatan menuliskan bahwa penduduk asli Pulau Bangka adalah mereka yang merupakan hasil pertalian perkawinan antara pelaut-pelaut yang datang dari Jawa, Palembang, Minangkabau, dan Bugis yang menjelma menjadi penduduk asli yang baru. Jadi tampaknya Pulau Bangka dan Belitung pada mulanya tidak berpenghuni, melainkan didatangi oleh penduduk dari daerah lain dan kemudian membentuk kultur khas daerah ini.

Pada sekitar pertengahan abad ke-17, pasukan dari Kerajaan johor dan Kerajaan Minang datang untuk membantu penguasa setempat menumpas para lanun-lanun yang mengganggu aktivitas masyarakat. Kedua Kerajaan ini mendarat di Toboali dimana kemudian Kerajaan Minang menetap dan mempengaruhi budaya dan bahasa peduduk setempat, sedangkan Pasukan dari Kerajaan johor menuju Mentok dan kemudian menetap serta memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan budaya dan bahasa penduduk Mentok dan sekitarnya.

Pengaruh Kerajaan Minang di Toboali sangat terasa hingga sekarang, misalnya dari sudut bahasa yang cenderung mengganti huruf S dengan H. Hal ini dapat di indetifisikasi pada penggunaan bahasa yang digunakan di Minang. Pengaruh lain misalnya pada tradisi makanan seperti lemang di Toboali yang merupakan makanan khas Minang. Sedangkan pengaruh Melayu Johor yang sangat kuat ditampakkan pada ciri khas ke-Melayu-an yang sangat kental di Mentok, misalnya pada bahasa yang cenderung menggunakan E pepet, tradisi masyarakat Mentok juga mengidentifikasikan diri dengan tradisi Melayu Malaysia. Sementara itu, Heidhues menyebutkan bahwa seorang pejabat Belanda bernama J. Van den Bogaart datang ke Pulau Bangka pada tahun 1803 membagi penduduk Bangka pada waktu itu dalam 4 kasta, yaitu :
1. Cina,
2. Melayu,
3. Orang Bukit (disebut juga Orang Gunung/Orang Darat),
4. Orang Laut (Orang sekak.


By. Didi
(dari berbagai sumber)
Baca lebih lengkap >>>

Melihat dalam gelap

Dubrag ... !
Selintas gak kepikiran juga ngapain neh Didi pengen menorehkan judul seperti diatas.

Coba deh bayangkan, kalo kita bisa melihat dalam gelap .....

Whuiih, sante aja dong kita kalo mati lampu. Tentunya kalo ada yang mencoba untuk maling dirumah kita, gak bakalan merasa ada sepasang mata yang bisa melihat dengan jelas perbuatannya.

Wekekkekekekek, bisa mokad bin modar tuh maling kena gebuk.

Dari berbagai hal yang terjadi, kayaknya nih banyak orang yang selalu memandang sebelah mata orang yang menderita cacat penglihatan (orang buta). Padahal kebanyakan dari mereka lebih peka dan intuisinya lebih tajam untuk merasakan hal-hal disekitarnya.

Dari segala kekurangannya, buktinya banyak dari mereka mampu berbuat banyak. Padahal jangankan merem, dengan membuka mata aja gak kelihatan apa-apa.

Yang punye mate aje, coba deh lihat diberbagai peristiwa yang terjadi.

- Gara-gara melihat yang agak porno, banyak juga yang memperkosa.
- Gara-gara melihat duit, banyak yang jadi korupsi.
- Gara-gara melihat mobil dan barang mewah, banyak yang ngiler hingga jadi materialistis.
- Gara-gara melihat kolor di jemuran, banyak juga yang jadi maling.

Yakin dah, banyakan orang sehat fisik yang BUTA mata hatinya.

So, kembali pada judul posting diatas. Didi pengen beropini, dengan menformulakan pada keadaan kita yang berada dalam suatu kegelapan. Gelap disini, maksudnya merupakan suatu keadaan kita yang sedang mengalami Down, Susah, Kecewa, Sedih, Drop semangatnya, dan lain-lain.

Gimana memfokuskan diri pada saat GELAP tersebut ?

Jujur aja dah, saat berada dalam keadaan seperti demikian biasanya faktor MENTAL sangat mempengaruhi kita. Pada saat itu, kerap kita dirundung perasaan SEPI, PUTUS ASA, SENDIRI, TIDAK BERGUNA, dan berbagai perasaan yang tidak baik.

Nah, padahal itu kan hanya perasaan kita saja. Disinilah perlunya pondasi HATI yang kokoh, yang menjadi landasan spiritual kita.

Pada saat itu pula, tingkat kesadaran kita lebih dikuasai emosi bila tidak dapat mengelola hati secara baik. Bila tidak, akan muncul berbagai perilaku yang tidak baik. Seperti Minuman-minuman keras, Narkotika, dan berbagai kegiatan negatif lainnya.

Bila kondisi itu tidak diimbangi dengan kondisi lingkungan keluarga, pergaulan dan pemahaman agama yang kurang baik, tentunya dapat membawa kita dalam kegelapan yang lebih jauh.

MELIHAT DALAM GELAP, BUTUH KEBULATAN HATI YANG KUAT

Kiranya pasti pembaca sudah mempunyai formula yang tepat saat kita dalam keadaan demikian. So gak salah dong, berbagi tips dan jurus-jurus melihat dalam gelap.

wkwkwkwkwk, seperti kata temen Didi.

Gampang aja Di, kalo gelap wa pake kacamata infra merah. Itu tuh yang kayak di filem-filem.

Hahahahaha, dasar tuh orang pas ditanya pendapat malah nyambung ma filem.

Btw, gak salah juga yah. Ntar deh, Didi coba beli satu kacamata infra merah. Hehehhe, sapa tau berguna saat dalam keadaan seperti itu.


By. Didi
Baca lebih lengkap >>>

Adsense Indonesia